*MERENUNGKAN KEADAAN DI AKHIRAT KELAK**
Apabila engkau ingin mengetahui ilmu dan amalan yang paling bermanfaat dan penting bagimu, maka renungkanlah bahwa kelak engkau akan meninggal dunia, dan engkau akan menghadap kepada Allah Ta'ala, lalu Allah Ta'ala akan menanyaimu seluruh ilmu, amal perbuatanmu dan keadaanmu hingga kemudian engkau akan digiring menuju surga atau neraka-Nya.
Maka hal yang terpenting dan berguna pada saat perenungan tersebut adalah hal-hal yang paling layak untuk engkau lakukan dan engkau melaziminya sedangkan hal-hal yang tidak penting dan tidak bermanfaat yang engkau jumpai saat perenungan itu, maka hendaknya engkau tinggalkan dan tidak engkau lakukan.
Sama halnya dengan keadaan kehidupan apabila engkau mengadakan perenungan semacam ini apa yang menurutmu penting itulah yang harus engkau lakukan. Sedangkan apa yang menurutmu tidak terlalu penting, maka sebaiknya engkau tinggalkan.
Perhatikan rambu-rambu ini dengan baik, karena ia sangat bermanfaat dan besar sekali pengaruhnya bagi orang yang berakal dan memiliki perhatian khusus untuk urusan akhiratnya saat ia kembali menghadap Allah SWT. Begitu juga untuk keselamatannya di akhirat kelak yang merupakan sebaik-baik tempat yang paling kekal.
Taufik hanyalah berada di tangan Allah Ta'ala, sedangkan anugerah adalah milik-Nya. Allah Ta'ala berhak memberinya kepada siapa saja hamba-Nya yang Dia kehendaki dan hanya Allah Ta'ala lah Yang Maha Memiliki anugerah agung itu.
*ﻭَٱللّٰهُ أَﻋْﻠَﻢُ بِٱﻟﺼَّﻮَٱﺏِ*
.
[ _al-Fushul al'-Ilmiyyah Wal 'Usul al-Hikamiyyah_ lil Al-Imam Al-Qutb Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad ]
Komentar
Posting Komentar